Halo Teman Sehat! Kalau dengar kata kelaparan otomatis kita langsung berpikir bahwa itu adalah kondisi kurang makan, bukan? Sebenarnya, ada makna lain dibalik kata “Kelaparan Tersembunyi” loh! Mau tau apa? Dan apa yang bisa dilakukan buat menanggulanginya? Cek di sini!

Teman Sehat, kelaparan bisa menurunkan angka produktif individu. Ya, kenapa begitu? Seseorang yang mengalami kelaparan cenderung rentan terjangkit penyakit sehingga mereka ngga bisa berkehidupan yang layak. Sekarang ini, ada sekitar 795 juta penduduk dunia yang mengalami kelaparan, Teman Sehat! Sebanyak 511.7 juta berada di Asia dan selebihnya tersebar di Amerika, Eropa, Afrika, Amerika Latin dan Carribean dan Oceania.
Apa itu “Hidden Hunger” atau “Kelaparan Tersembunyi”?
“Kelaparan Tersembunyi” adalah istilah yang menggambarkan kondisi kekurangan zat gizi. Kondisi ini banyak ditemukan di daerah rawan bencana maupun nonrawan bencana. Kekurangan zat besi, vitamin A, dan iodin adalah tiga jenis masalah kekurangan zat gizi yang paling diutamakan di seluruh dunia. Bayi, wanita, remaja jadi kelompok yang rentan mengalami masalah ini.
Lalu, apa yang bisa dilakukan buat menanggulangi masalah ini?
Ada tiga intervensi utama yang dilakukan buat mencegah dan “memusnahkan” kekurangan zat gizi di dunia.
3 Intervensi Utama yang Dilakukan, yakni:
1. Suplementasi
Teman Sehat pasti udah serang mendengar tentang suplementasi kan? Ya, suplementasi sesuai dengan UU No. 51 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi, didefinisikan sebagai:
penambahan makanan atau zat gizi (yang secara alami tidak terdapat pada zat pangan) berupa vitamin dan mineral yang bisa dikemas dalam bentuk makanan tambahan, tablet tambah darah, kapsul vitamin A, dan bubur tabur gizi.
Di Indonesia, suplementasi gizi diberikan kepada balita usia 6 sampai 59 bulan dengan kategori kurus, anak usia sekolah dasar dengan kategori kurus, dan ibu hamil kurang energi kronis.
2. Fortifikasi
Selain suplementasi, fortifikasi jadi langkah yang dilakukan buat menurunkan “kelaparan tersembunyi”.
Apa sih fortifikasi itu?
Fortifikasi didefinisikan sebagai penambahan zat gizi pada pangan baik alami atau tidak sehingga pangan mengandung zat gizi yang ditambahkan.
Di Indonesia, fortifikasi bisa dilakukan pada produk tepung terigu, garam, minyak goreng, dan monosodium glutamat.

Makanan yang Beragam
Thompson dan Amoroso dalam Global Hunger Index 2014: Challenge of Hidden Hunger menyatakan kalau konsumsi pangan adalah salah satu langkah paling efektif buat mencegah “hidden hunger”. Pangan beragam secara jangka panjang juga dinilai juga menjamin terwujudnya konsumsi pangan bergizi seimbang dan pemenuhan zat gizi mikro. Buat Teman Sehat yang mau mendukung dan menerapkan langkah ini, kamu bisa mempermudahnya dengan membuat home gardening dan mengedukasi orang yang kamu sayangi tentang metode penyediaan pangan beragam yang terjangkau dan minim kehilangan zat gizi.

Teman Sehat, itulah tadi tiga langkah yang dilakukan buat menurunkan “hidden hunger” di dunia. Bagaimana tanggapanmu tentang tiga langkah ini? Yuk, diskusi di kolom komentar di bawah ini.

1 Comment