Halo Teman Sehat! Perubahan cuaca di Indonesia belakangan ini cukup ekstrem ya, kadang paginya cerah dan tiba-tiba sore hari hujan. Beberapa penyakit sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca loh! salah satunya yaitu asma. Pastinya ngga nyaman banget jika harus sering mengalami serangan asma di musim hujan seperti ini. Jadi, gimana sih cara mengantisipasinya? Check it out!

Sumber: https://unsplash.com/
Apa itu asma?
Asma merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang dapat dialami semua usia mulai dari anak-anak hingga lansia. Asma termasuk ke dalam sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di rumah sakit serta termasuk penyakit yang ngga bsia disembuhkan secara permanen. Penanganan yang tepat akan meringankan gejalanya dan mencegah asma untuk kambuh. Nah, diperkirakan 10% dari 25 juta penduduk Indonesia menderita asma loh!
Hubungan asma dan musim hujan

Sumber: https://unsplash.com/
Musim hujan dan asma memiliki hubungan yang sangat erat, mengingat asma sangat dipengaruhi dengan perubahan suhu. Perubahan suhu akan mempengaruhi kualitas udara, seperti menyebabkan peningkatan ambien ozon, debu, partikel polen dan spora jamur. Bahan-bahan ini akan menimbulkan terjadinya gangguan pernafasan dan memperparah kondisi penderita asma. Selain itu, musim hujan akan menyebabkan udara menjadi lebih dingin, sehingga meningkatkan hiperesponsivitas dan menyempitnya saluran pernafasan yang menimbulkan gejala sesak. Oleh karena itu, orang dengan riwayat asma akan lebih rentan untuk mengalami kambuh di musim hujan.
Penatalaksanaan asma di musim hujan
Banyak upaya yang bisa di lakukan untuk menghindari terjadinya serangan asma di musim hujan. Teman Sehat bisa banget nyobain beberapa tips berikut, khususnya jika memiliki riwayat asma.
- Selalu gunakan pakaian hangat. Ini adalah langkah dasar yang harus kamu lakukan untuk mencegah udara dingin memicu terjadinya serangan asma. Pilihlah jaket atau sweater saat hujan dan kurangin berada di luar ruangan saat hujan.
- Menurunkan berat badan bagi penderita obesitas. Ini upaya yang harus dilakukan jauh-jauh hari dan konsisten ya Teman Sehat! Penelitian menunjukkan bahwa orang yang obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami serangan asma. Obesitas dapat menurunkan volume paru-paru dan mempersempit saluran pernafasan.
- Konsumsi makanan tinggi vitamin A, C, E, karoten, riboflavin, piridoksin, zinc dan magnesium. Zat-zat gizi tersebut dapat meningkatkan fungsi paru-paru. Sumbernya dapat kamu peroleh dari sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.
- Menggunakan masker saat keluar rumah. Saat berada di luar ruangan kita akan lebih sering terpapar polusi, asap rokok, polen, dan virus yang dapat menjadi pencetus timbulnya serangan asma.
- Konsumsi makanan tinggi antioksidan. Kelompok makanan ini, seperti buah dan sayur, mampu mencegah terjadinya kerusakan pada sel paru-paru dan mencegah serangan asma. Dalam suatu penelitian menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi buah apel yang mengandung antioksidan quercetin setidaknya dua kali dalam seminggu dapat mengurangi risiko asma hingga sepertiganya bagi orang dewasa. Selain itu minum 150 ml air hangat matang yang ditambahkan 1 sendok makan cuka apel juga mampu meringankan pernafasan.
- Hindari stres dan emosi. Tetap santuy dan kalem ya Teman Sehat! Penelitian menujukan bahwa stres dan emosi berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan saluran nafas.
Nah, Teman Sehat yang memiliki riwayat asma udah ngga khawatir lagi kan ya buat menghadapi perubahan cuaca ini? Yang terpenting, selalu terapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, dan tanggulangi faktor-faktor risiko pencetus asma. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz
